Narkoba memang gila

March 14, 2007 at 4:41 am | Posted in Kasus | 2 Comments

drug.jpgTadi malam, oma samping rumahku datang. Sudah biasa sih ibu paroh baya ini main ke rumahku. Tapi tadi malam ada yang beda. Ada bekas luka di bibir dan hidungnya. Paras cantik si ibu juga sedikit bengkak. “Aduh Oma, kenapa bibirnya,”tanya ku walaupun aku sudah menduga pasti ini perbuatan anaknya lagi.

Oma diam sejenak. Tapi kemudian meluncurlah cerita itu dari mulutnya. Dari cerita itu betapa menderinya ia. Sudah lima tahun ia harus menghadapi anaknya yang terlibat narkoba. Anak kedua yang menjadi harapannya, lima tahun lalu, masih jadi anak yang baik. Tapi pergaulan yang digelutinya di kota lain tempat ia melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, telah menyeretnya ke lembah hitam narkoba. Dan sejak itu pula menurut oma keprihatinan dan kesedihan mendera hidupnya.

Anak yang terlibat narkoba telah menyebabkan si anak kehilangan akal sehatnya. oma kerap jadi pelampiasan amarah si anak yang tidak menentu. Ketika ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, maka bogem lah yang akan melayang ke kepala atau wajah oma.
Seperti siang kemarin. oma tengah duduk di rumahnya, ketika si anak minta dilamarkan seorang gadis untuk dijadikan istrinya. Sepengetahuan oma, gadis yang dimaksud sudah menikah dan memiki satu anak. “Ya saya kasih tahu kalau anmak itu telah menikah,”sebut si oma. Tapi mendengar itu, si anak malah naik pitam. dan langsung mengepalkan tangannya.

Melihat gelagat yang kurang baik itu, Oma langsung beranjak keluar rumah. Tapi ia kalah cepat dengan si anak. Si Anak langsung saja mengejar dan memukul kepala oma, langsung menjambak rambut dan membenturkan wajah Oma ke jendela rumah. Oma pun berdarah tapi ia menyadari bahaya lain tengah mengintainya. Oma pun langsung berlari sekuat tenaga dan orang-orang sekitar yang mendengar keributan itu langsung berkerubung. Oma sempat di bopong satpam, tapi kakinya tak kuat lagi menyanggah badannya, oma jatuh pingsan dan orang-orang bergegas menggotongnya ke tempat yang aman.

Penderitaan fisik yang dialami oma bukan kali ini aja terjadi. Tapi sudah yang kesekian kalinya. Tanpa ada sebab yang jelas anaknya mengkonsumsi putau itu kerap marah dan ketika itu juga Oma yang selalu ada dijadikan sasaran.

Penderitaan oma tidak hanya itu, walau baru beberapa waktu bertetangga dengannya, suamiku suatu waktu pernah melihat Oma di tengah hujan lebat di malam buta berlari meninggalkan rumahnya. TErnyata si anak lagi mengamuk dan oma pun harus menunggu pagi di kantor satpam.

Oma sudah kewalahan menghadapi anaknya, diperparah lagi tidak optimalnya dukungan suaminya. Dari cerita yang keluar dari mulut oma, suaminya kini telah kawin lagi dan hanya datang sesekali mengantarkan uang belanja.

Menurut Oma kadang ia pengen lari dan meninggalkan semuanya. Tapi satu hal yang membuatnya bertahan, si bungsu yang kini baru duduk di bangku kelas 2 SMU. SI bungsu inilah yang selalu menjadi pengobat hati dan selalu membuatnya bertahan untuk terus hidup.

Dari cerita-cerita Oma, untuk mengobati anaknya yang memakai narkoba telah semua cara di tempuh, mulai dari rumah sakit jiwa hingga ke pondok pesantren. Pengobatan modren hingga akternatif. Malahan menurutnya untuk pengobatan tersebut, ia harus merogoh kocek 10 juta sebulan. Berbulan-bulan si anak di terapi, tapi hasilnya tetap nihil. Belum lagi pengobatan alternatif. sampai-sampai oma pernah mengumpulakan air tujuh muaro untuk mengobati si anak. tapi apa daya hari berganti tahun berlalu si anak tak kunjung sembuh.

Kehidupannya yang mapan pun goyah dan kini ia harus berpuas diri menerima kondisinya yang pas-pasan. Anaknya semakin menggila, seperti yang terjadi siang kemarin. Walau dengan berat hati, akhirnya Oma, menyerahkan perkara anaknya ke jalur hukum. “Biarlah dia mencoba jalan yang ini,semoga dia sadar. Walupun sebagai ibu ini sangat berat bagi saya, tapi mudah-mudahan hidayat itu bisa datang padanya,”harap Oma.

Semoga Oma, dengan dia menjalani proses hukum semoga ia bisa jauh dari barang-barang haram yang selama ini meracuninya. Semoga hidayah itu datang kepadanya, seperti hidayah yang pernah datang ke Ustad Jefri Albuchari, Gito Rollis ataupun Joni Indo.

Semoga Oma, dan semoga Tuhan memberikan kesabaran yang lebih kepada oma untuk menghadapi semua cobaan hidup ini. Amin

Wow ketemu nih

March 7, 2007 at 8:54 am | Posted in Blog | 2 Comments

Aku punya diary nih. Dari kemarin-kemarin cuma dengar aja. coba-coba ternyata bisa juga ngedaftar, asyiik. Jadi bisa nulis banyak nih. Tapi hari ini udah kelewat sore jadi aku harus pulang dulu ketemu dengan gadis manisku. Ntar ditulisin lagi nih blognya.

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.